Bagaimana jadinya jika dua sistem operasi open source yang paling populer di dunia, Android dan Linux disatukan, dan kita mendapat kendali mana yang bisa dijalankan melalui konsep dua-booting? Logikanya jika butuh ngoprek pasti ribet. Namun yang satu ini menawarkan solusi out-of-the-box bisa dual-boot Android dan Linux.
Ada banyak tablet Android murah di luar sana, dengan harga mulau 700 ribuan hingga kurang dari 2 jutaan. Walaupun brand-nya meragukan, namun mereka menjadi pilihan terbaik bagi para orang tua yang ingin memberi hadiah tablet sekadar untuk belajar dan bermain, dengan fungsi yang sama seperti tablet lain yang harganya bisa berkali lipat. Tipikal konsumen seperti itu terkadang juga kurang memperhatikan spesifikasinya. Asal bisa menjalankan Angry Birds, bolehlah dibeli. Namun satu ini selain murah, rupanya juga worthed karena memberi akses dual-boot. Masih dalam tahap penggalangan dana, dan bakal diproduksi oleh perusahaan bernama Peacock Imports, mereka menghadirkan tablet Android murah dengan satu kelebihan dual-booting Android dan Linux.
Memiliki Linux dan antar muka Plasma Active dalam sistem memungkinkanmu menjalankan banyak aplikasi Linux seperti LibreOffice, Chromium, atau XBMC media player. Bisa kamu lihat melalui video di bagian bawah bagaimana tablet ini menjalankannya. Peacock menawarkan beberapa pilihan tablet dual-boot ini, melalui PengPod700 berlayar 7-inchi (dengan harga US $99), PengPod1000 berlayar 10-inchi (harganya $185), dan PengStick, mini PC seukuran jempol yang harganya hanya $85. Peacock sendiri menunjuk Indiegogo menjadi partner penggalangan dana untuk proyek mereka ini, dengan target mendapatkan dana $49,000 hingga Desember 2012 nanti. Namun sejauh ini, kampanye tersebut baru berhasil mengumpulkan $2,000-an saja. Namun Peacock berjanji akan tetap memproduksi tablet rakitan mereka tersebut seandainya gagal mencapai target.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar